çç BLOG - PTQ IQRO'

Blog & Berita

Update terbaru seputar kegiatan dan informasi PTQ IQRO'

Menukar Orang Tua Dengan Sebuah Gengsi

Menukar Orang Tua Dengan Sebuah Gengsi

Ditulis pada 13 Sep 2025

Kita pasti tidak asing lagi dengan kata “gengsi” ya, karena yang saat ini tengah merajalela, para pemuda Indonesia yang rela mengorbankan apapun untuk sebuah gengsi, salah satunya orang tua.

Kali ini kita akan membahas sekali isu sosial yang sangat meresahkan di kalangan orang tua yang menjadi korban terhadap kegengsian anaknya hingga rela merelakan semua yang dimiliki orang tua, termasuk menuruti dari orang tuanya sendiri.

Namun sebelum kita merentalkan lebih jauh lagi tentang isu sosial ini, kita akan mengenal apa itu “gengsi”. Gengsi yang akan kita bahas adalah gengsi yang berkaitan dengan anak muda zaman sekarang.

Gengsi adalah keinginan untuk terlihat keren, sukses, atau berkelas di mata orang lain walau kadang harus pura-pura atau memaksakan diri. Biasanya muncul saat kita dianggap “kurang gaul”, “kurang mampu”, atau “beda level” sama lingkungan.

Nah ada beberapa ciri-ciri yang teridentifikasi apabila seorang anak rela mengorbankan orang tuanya untuk sebuah gengsi. Biasanya anak tersebut kelihatan berbeda pada pola perilakunya. Berikut adalah ciri-ciri seorang anak yang terkena dampak gengsi ini:

  1. Menuntut diluar kemampuan orang tua.
     Seorang anak akan terus memaksa orang tuanya agar ia dibelikan barang mewah atau bermerek, padahal kondisi keuangan orang tuanya sangat terbatas.

  2. Menukar kasih sayang dengan materi.
     Biasanya anak merasa tidak diberi kasih sayang oleh orang tuanya apabila ia belum mendapatkan keinginannya. Anak juga menjadi orang yang kurang bersyukur dan menukar kasih sayang orang tua dengan sebuah barang.

  3. Mengakibatkan pengorbanan orang tua.
     Seorang anak tidak akan menghargai pengorbanan orang tuanya jika ia belum mendapatkan keinginannya, serta tidak peduli dengan kesulitan orang tuanya.

  4. Citra lebih penting daripada keluarga.
     Menganggap status sosial lebih berharga daripada sebuah nilai kekeluargaan dan rela orang tua susah kesulitan demi citra pribadi sosial atau lingkungan pergaulan.

Itulah serba-serbi gengsi anak muda sekarang. Tentu sangat meresahkan bagi orang tua, keluarga, pemilik kepribadian, hubungan dengan orang tua menjadi sangat renggang yang disebabkan oleh gengsi.

Kita akan meneliti lebih lanjut lagi tentang bentuk-bentuk gengsi anak muda zaman sekarang yang akan kita bahas di bawah ini.

Bentuk pertama adalah penampilan dan fashion.
 Bentuk ini adalah bentuk yang baru-baru ini terjadi di kalangan anak muda zaman sekarang, mereka menguras uang dirinya untuk membeli barang-barang dan menolak menggunakan barang murah meski kualitasnya bagus, padahal kondisi keuangannya sedang tidak baik-baik saja.

Bentuk kedua adalah media sosial.
 Anak muda zaman sekarang mengisi konten dirinya memposting foto liburan, nongkrong, atau barang baru untuk memberi citra sukses, yang sebenarnya terjadi ia hanya pura-pura bahagia atau sibuk sehingga tampak keren.

Bentuk ketiga adalah pergaulan.
 Biasanya anak muda sekarang takut untuk tampil berbeda di lapangan teman-temannya, sehingga melakukan tindakan agar terlihat keren, yang tentu merugikan pikiran sendiri maupun orang tua yang mengeluarkan dana.

Bentuk keempat adalah kehidupan pribadi.
 Anak muda zaman sekarang takut atau malu jika ia bergelut di bidang sederhana atau kecil. Serasa gengsi meminta bantuan karena takut dianggap rendah, yang pada akhirnya menyusahkan orang tuanya.

Dari semua yang telah disebutkan pasti ada saja bentuk yang digunakan anak muda zaman sekarang untuk menukar orang tuanya dengan sebuah gengsi, terutama bentuk penampilan dan fashion yang sekarang menjadi simbol kegengsian anak muda zaman sekarang.

Nah sebelum kita tahu bagaimana bentuk gengsi anak muda zaman sekarang, kita akan mengetahui apa saja dampak dari kegengsian anak muda zaman sekarang yang tentu meresahkan keseluruhan kita dan orang tua.

Ada banyak contoh kegengsian di masyarakat. Salah satunya adalah mengganti BPKB motor untuk sebuah ponsel padahal kondisi perekonomian keluarganya saja sudah merintih, inilah yang meminimalisir.
 Lalu ini terjadi lagi, kita akan mencari tahu cara mencegahnya.

Sebelum kita mencari cara mencegahnya kita akan menilai terlebih dahulu dampaknya.

Dampak yang akan kita bahas ini adalah dampak negatif dari kegengsian anak muda zaman sekarang. Mari kita simak dampaknya di bawah ini:

  1. Membebani orang tua. Sudah pasti membebani anak muda zaman sekarang rela memaksa orang tuanya demi sebuah gengsi, baik itu barang, tongkrongan, ataupun kasta sosial.

  2. Boros. Karena kegengsianya anak muda zaman sekarang rela berhutang dan menggunakan kondisi finansialnya demi sebuah gengsi, yang menyebabkan buruknya keuangan finansial serta menimbulkan sifat boros.

  3. Hubungan sosial yang dangkal. Seseorang merasa minder atau iri ketika tidak dapat menyamakan kedudukannya dengan orang lain ataupun lingkungan pertemanannya, yang dapat membuatnya takut untuk bersosialisasi.

  4. Menodai keagamaan & keluarga. Mau untuk menunjukkan identitas diri maupun agamanya keren tetapi dibilang “ketinggalan zaman”. Dan lebih mementingkan citra di luar daripada nilai kekeluargaan dan keagamaan.

Dampak-dampak di atas perlu kita ingat dan kita waspadai, karena berdampak serta dapat mempengaruhi orang lain, orang tua maupun diri sendiri. Jangan mengorbankan hubungan sosial, kebahagiaan, serta orang tua hanya untuk gengsi yang berlebihan.

Untuk meredam dampaknya mari kita cari tahu cara pencegahannya, supaya kita, anak, serta orang di sekitar kita tidak terkena dampak kegengsian zaman sekarang. Kita akan bahas poin di bawah ini:

  • Bersyukur. Cara ini menggunakan kita untuk lebih ikhlas menerima keadaan apapun sesuatu yang lebih penting suatu hal sehingga tidak membebani orang tua.

  • Pahami kondisi orang tua. Perlu kita lihat kembali kondisi orang tua sulitnya sesaat ini, jangan menambah beban lagi jika hanya memenuhi kegengsian kita.

  • Perkuat nilai agama. Dekatkan diri kepada Allah agar kita terhindar dari bujuk rayuan gengsi berlebihan serta lebih menyayangi nikmat-Nya dan juga pemberian orang tua.

  • Hidup sederhana. Hidup sederhana mengajarkan kita untuk hidup lebih pandai, hemat, dan tidak boros, sehingga ketenangan, manfaat, masa depan, nilai agama lebih baik lagi dan dapat membahagiakan orang tua.

Itulah tadi cara mencegah kegengsian zaman sekarang. Peran orang tua juga sangat penting dalam penerapan cara tersebut. Seorang harus ikut berpartisipasi agar menciptakan generasi yang sukses dengan percaya diri, bukan dengan gengsi.

Setelah mengetahui cara mencegah kegengsian zaman sekarang, kita akan berlanjut pada cara menghindarinya yang ditanamkan apabila sudah terjadi.

  • Kuatkan hati dengan agama, perbanyak bersyukur atas pemberian-Nya serta mendekatkan diri kepada-Nya, dan menahan diri untuk tidak dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

  • Ingat orang tua. Orang tua telah berjuang untuk membesarkan kehidupan kita, janganlah menambah tugas orang tua, sebab orang tua sebelum orang tua kita tidak lagi bersama kita.

  • Fokus pada masa depan. Rangkailah masa depan dengan kerja keras, bukan dengan citra. Fokus pada pikiran dan perbuatan agar masa depan lebih cerah dan terus berkarya menghasilkan generasi yang berguna.

Itulah serangkaian yang berkaitan dengan gengsi anak muda zaman sekarang. Perlu kita ingat, gengsi yang berlebihan akan menghancurkan generasi yang rentan. Kita harus fokus pada masa depan. Rangkailah masa depan dengan kerja bukan dengan gengsi, cipta prestasi untuk masa yang akan mendatang.

“Rangkailah Masa Depan dengan Prestasi, Bukan dengan Gengsi.”

By Arsatik




Berita Lainnya